Postingan

MERAWAT RAHASIA

Gambar
Merawat Rahasia Oleh: Emha Ainun Nadjib Wanita yang memamerkan pahanya Hendaklah jangan tersinggung Kalau para lelaki memandanginya Sebab demikianlah hakekat tegur sapa Siapa ingin tak menyapa tak disapa Tinggallah di bilik yang tertutup pintunya Sebab begitu pintu dibuka Orang berhak mengetuk dan memasukinya Maka dengan menonjolkan auratnya Wanita memberi hak kepada lelaki siapa saja Untuk menatapi benda indah suguhannya Serta membayangkan betapa nikmat rasanya Hendaklah wanita punya rasa sayang Kepada ratusan lelaki di sepanjang jalan Dengan tidak menyodorkan godaan Yang tak ada manfaatnya kecuali untuk dipandang Adapun lelaki, sampai habis usia Hanya bisa berkata: Betapa indah wanita! Maka bantulah ia merawat rahasia Yang hanya boleh dikuakkan oleh istrinya. Sumber: Buku Syair Lautan Jilbab

MATI KETAWA GAYA GUSDUR

Gambar
Kalau ada panitia dan sponsor yang berminat, pada suatu hari Markesot ingin tampil dalam pertandingan melawak melawan Kiai Haji Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. “Sama-sama bintang pemakan nasi, apa yang saya takutkan pada cucu K.H. Hasyim Asy’ary,” , tentang Markesot, “Bahkan saya berani melahap  godhong kates  mentah-mentah, berani makan silet,  beling  atau kalau perlu gado-gado campur paku...” “Gus Dur juga berani!” Markenyut memotong, “Wong makan ulama saja dia berani kok!” “Huss!!!”  bentak Markesot, “Jangan  ngawur . Gus Dur memang saya jamin tak berani makan beling, soalnya  ndak  mungkin ketua Tanfidziyah NU berlaku seperti Jaran Kepang. Gus Dur juga pasti kalah lomba lawak sama saya, karena sebagai tokoh nasional dia tidak bisa menuturkan lawakan-lawakan yang  ndlodog  atau saru. Kalau saya ‘kan bebas. Wong saya Cuma kepala gerombolan  mbambung ...! Tetapi bagi Markesot, Gus Dur memang adalah kolega ...

SEDANG TUHANPUN CEMBURU

Gambar
Pendekar Tak Pernah Mengeluh Di lesehan Malioboro kemarin malam, saya menyasikan ada wartawan mewancarai sejumlah pengamen, berbeda-beda tingkat usianya, jenis musiknya, latar belakang profesinya, dan ternyata berbeda-beda juga filosofi dan sikap hidupnya. Mendengarkan sepatah dua kata seorang pengamen, memandangi ekspresi wajahnya, tampak guratan tertentu dari sifat dan watak masyarakat yang melahirkan dan membesarakan mereka. Misalnya, ada perbedaan amat mendasar antara "manusia tradisional" dengan "manusia pasca-tradisional". Yang pertama misalnya diwakili oleh ibu kita Ngatinem dan seorang bapak pemain  siter  yang diliput oleh wartawan tersebut. Yang kedua diwakili oleh para pengamen muda dan ber-"senjatakan" gitar. Tentu saja, perbedaan itu tidak mutlak, tetapi benang merah "ideologi kehidupan" mereka jelas tidak sama. Yang menarik bagi saya adalah kedua pengamen tradisional itu--selama wawancara--tidak pernah mengeluh. Ba...

ANGGUKAN RITMIS KAKI PAK KIYAI

Gambar
Thala'al Badru di Serambi Sebenarnya pada mulanya tak banyak orang kampung yang memperhatikan langgar Kiai Sudrun. Memang  slentang-slenting  terdengar orang aneh itu mendirikan semacam gubug-panggung  gedheg  kecil jauh di kedalaman kebun. Beberapa tetangga, terutama anak-anak kecil, sudah pula menyaksikannya. Akan tetapi, apa pula menariknya. Di mana-mana orang berlomba bikin rumah bergaya Spanyol, atau paling tidak pokoknya rumah tembok yang ada kaca lebarnya--supaya dari luar tampak hiasan-hiasan ruang depan rumah itu yang berupa almari bufet besar, berisi barang pecah belah, kalender bintang film, salon tape recorder, atau pokoknya segala macam yang membuat si empunya merasa modern. Lha kok  Sudrun ini malah bikin bangunan bambu. Semua orang berlari melaju ke masa depan, Sudrun meluncur ke masa silam. Sekarang listrik sudah masuk desa. Setiap masjid ada corongnya untuk mengeraskan suara adzan. Ada jam dinding. Ada hiasan kaligrafi. Bahkan, ad...

Bukan Piala Yang Di Gilir, Tapi Piala Yang Menggilir

Gambar
Oleh: Emha Ainun Nadjib Jelaslah sudah, sekarang kenapa Markesot terlambat kawin. Mampuslah dia. Makin lama dia makin jadi 'oom-oom' makin jadi 'bapak-bapak', padahal tak ada keluarga bersamanya. Kalau pagi harus bangun sendiri, membenahi tempat tidur sendiri, melipat sarung dan selimut, kemudian ini yang paling celaka, harus masak air sendiri dan  ngracik  kopi sendiri. Belum lagi kalau sakit, siapa yang menyayangkan, tangan halus mana yang memijit-mijiti tenguknya sambil bertanya: "Mas mau dibeliin buah atau makanan apa gitu...?" Kalau pas musim pancaroba begini lolak-lolok-lah Markesot sendirian di biliknya.  Kethap-kethip, ngitung gendeng.. . Salahnya dia tak punya kesiapan untuk menjadi manusia modern, menjadi lelaki modern, menjadi suami modern! Markesot itu  ndeso . Kuno dan mungkin kolot. Bisanya hanya kawin sama bayi. Biar bayi itu diciumi orang lain waktu diajak dolan ke rumah tetangga atau dibopong-bopong orang lain ketika diajak ke...

Saudara dalam Tuhan

Oleh: Emha Ainun Nadjib Meskipun kau tak kenal aku Meskipun kau mengabaikanku Meskipun kau meremehkanku Bahkan meskipun kau membenciku Tetaplah kau adalah saudaraku Saudara di alam Saudara dalam Tuhan Senantiasa kuupayakan kasih sayang Dengan teguran, peringatan Atau sesekali terpaksa dengan perlawanan 1994

KALAU SESEMBAHANMU

Gambar
Kalau Sesembahanmu Oleh: Emha Ainun Nadjib Kalau memang sesembahanmu adalah kenikmatan di dalam membenci, adalah mabuk di dalam teriakan caci maki, atau keasyikan di dalam kecurangan-kecurangan Maka ambil pedangmu, angkat tinggi-tinggi kemudian mulailah menabung kerelaan untuk engkau mati sendiri. Jakarta 1998 Kesakitan tertinggi  Sukai halaman Facebook