Postingan

BACA JUGA

Baca juga GUSTI ALLAH TIDAK NDESO Subjektivisme bawa Karaeng 2 NASIB GUS DUR Pisan Pisan Sambat rek CAHAYA AURAT MERAWAT RAHASIA MATI KETAWA GAYA GUSDUR SEDANG TUHAN PUN CEMBURU ANGGUKAN RITMIS KAKI PAK KIYAI BUKAN PIALA YANG DIGILIR TAPI PIALA YANG MENGGILIR Saudara Dalam Tuhan KALAU SESEMBAHAN MU ETOS KERJA ILAHIYAH CINTA SEGITIGA Ateis Tidak. Jibril Tidak Pensiun Kata CAKNUN tentang selamat Natal MENCINTAI TANPA PAMRIH JANGAN MEMPELAJARI AL-QURAN, BELAJAR LAH DARI ALQURAN ORANG MAIYAH

GUSTI ALLAH TIDAK NDESO

Gambar
Gusti Allah tidak ndeso. Emha Ainun Nadjib Suatu kali Emha Ainun Nadjib ditodong pertanyaan beruntun. “Cak Nun,” kata sang penanya, “misalnya pada waktu bersamaan tiba-tiba sampeyan menghadapi tiga pilihan, yang harus dipilih salah satu: pergi ke masjid untuk shalat Jumat, mengantar pacar berenang, atau mengantar tukang becak miskin ke rumah sakit akibat tabrak lari, mana yang sampeyan pilih?” Cak Nun menjawab lantang, “Ya, nolong orang kecelakaan.” “Tapi sampeyan kan dosa karena tidak sembahyang?” kejar si penanya. “Ah, mosok Gusti Allah ndeso gitu,” jawab Cak Nun. “Kalau saya memilih shalat Jumat, itu namanya mau masuk surga tidak ngajak-ngajak. Dan lagi belum tentu Tuhan memasukkan ke surga orang yang memperlakukan sembahyang sebagai credit point pribadi.” Bagi kita yang menjumpai orang yang saat itu juga harus ditolong, Tuhan tidak berada di mesjid, melainkan pada diri orang yang kecelakaan itu. Tuhan mengidentifikasikan dirinya pada sejumlah orang. Kata Tuhan: kalau eng...

Subjektivisme bawa Karaeng 2

Gambar
Subjektivisme bawakaraeng (2) Emha Ainun Nadjib  Tak apa tiap hari makan tempe. Yang penting anggap saja makan daging. Tak apa tiap hari minum air sumur. Yang penting anggap saja minum susu atau setidaknya minum Aqua. Tak apa melarat, asal merasa kaya. Tak apa sedih, asal merasa bahagia. Subjektivisme macam ini terkadang fatal, terkadang tidak. Orang yang sudah matang hidupnya dan sudah menggengam inti hidup mampu berbahagia tanpa bahan atau fasilitas kebahagiaan. Sekali waktu kita menyangka alat kebahagiaan ialah, misalnya, disayangi istri, bisa punya rumah sendiri, bisa tukar tambah mobil baru, dapat SOB, kesebelasan favorit kita menang, atau apa saja. Nafkah wajib dicari, rumah kalau bisa punya sendiri, istri ya yang cantik dan kepribadian bersih, syukur-syukur ada rejeki nomplok yang lain. Tapi kalau terpaksanya tak mendapatkan hal-hal itu, orang bisa saja tetap bahagia. Dengan kata lain: kebahagiaan tetap saja bisa datang. Kebahagiaan itu makhluk Tuhan ya...

NASIB GUS DUR

Gambar
Nasib Gus Dur Oleh: cak nun Banyak kisah dan mitos tentang kehebatan para Wali dan Kiai yang menyangkut ada atau tak adanya mereka, hadir atau tak hadirnya mereka, alias diseksistens atau eksistens mereka di suatu tempat dan waktu tertentu. Di pesantren tertentu, sudah jamak adanya berita bahwa Pak Kiai tidak bisa menemui tamu karena sedang jum'atan di Mekkah. Seorang Imam bahkan diyakini ummatnya memberikan khutbah Jum'at di tiga masjid sekaligus pada waktu siang. Wali lainnya mengaji di biliknya, dan pada saat yang bersamaan sedang memberikan pengajian di kabupaten sebelah. Kalau ada seribu orang di tempat yang berbeda-beda melakukan salat sunnah dan berwirid lantas masing-masing ketemu Rasulullah atau Maulana Malik Ibrahim atau Syech Junaid al-Baghday, malah lebih gampang dipahami. Anda tidak bisa bertanya: "Apakah Rasulullah menemui seribu orang sekaligus di tempat yang berbeda-beda?" Sebab hakekat wujud dan maqam Rasulullah kini sudah pasca jumlah,...

Pisan pisan sambat rek

Gambar
Pisan-pisan Sambat, Rek Termasuk sial saya ini soal piala dunia. Kapan nontonnya. Istri nunggu hari-hari melahirkan saja harus saya tinggal minggat-minggat terus. Ke Jawa Timur dalam sebulan ini ada tiga kali. Sepulang dari Surabaya baru dua hari mondar-mandir rumah sakit bersalin, hari ini sudah harus ke Staimus Solo, terus ke PP al-Huda Boyolali, terus Unika dan Forsimamupsi Semarang, terus  hari ini harus ke empat acara di Surabaya lagi: Yasfiru, Tambak Segaran, Al-Anwar dan Fortune, lantas besok shalawatan di Gramedia. Setelah itu skedul Juli sudah mengancam. Diam-diam saya juga meras geli jauh ke dalam hati: seandainya saya ini seorang yang profesional---betapa tinggi pendapat saya. Jika sekali acara vorschot -nya 2,5 juta lagi sebelum naik mimbar--maka tiga hari acara itu saja saya sudah mengantongi duit tidak kurang dari 40 juta rupiah. Dan kalau saya turuti semua permintaan, dalam sebulan dipastikan  income  saya lebiih dari 2 milyar rupiah. Maka bisa dibaya...

CAHAYA AURAT

Gambar
Cahaya Aurat Oleh: Emha Ainun Nadjib Ribuan jilbab berwajah cinta Membungkus rambut, tubuh sampai ujung kakinya Karena hakekat cahaya Allah Ialah terbungkus di selubung rahasia Siapa bisa menemukan cahaya? Ialah suami, bukan asal manusia Jika aurat dipamerkan di koran dan di jalanan Allah mengambil kembali cahayaNya Tinggal paha mulus dan leher jenjang Tinggal bentuk pinggul dan warna buah dada Para lelaki yang memelorotkan mata Hanya menemukan benda Jika wanita bangga sebagai benda Turun ke tingkat batu derajat kemakhlukannya Jika lelaki terbius oleh keayuan dunia Luntur manusianya, tinggal syahwatnya. Sumber: Buku Syair Lautan Jilbab

MERAWAT RAHASIA

Gambar
Merawat Rahasia Oleh: Emha Ainun Nadjib Wanita yang memamerkan pahanya Hendaklah jangan tersinggung Kalau para lelaki memandanginya Sebab demikianlah hakekat tegur sapa Siapa ingin tak menyapa tak disapa Tinggallah di bilik yang tertutup pintunya Sebab begitu pintu dibuka Orang berhak mengetuk dan memasukinya Maka dengan menonjolkan auratnya Wanita memberi hak kepada lelaki siapa saja Untuk menatapi benda indah suguhannya Serta membayangkan betapa nikmat rasanya Hendaklah wanita punya rasa sayang Kepada ratusan lelaki di sepanjang jalan Dengan tidak menyodorkan godaan Yang tak ada manfaatnya kecuali untuk dipandang Adapun lelaki, sampai habis usia Hanya bisa berkata: Betapa indah wanita! Maka bantulah ia merawat rahasia Yang hanya boleh dikuakkan oleh istrinya. Sumber: Buku Syair Lautan Jilbab